Productivity and Quality in Smart Manufacturing Systems

INTEGRASI QFD DAN CONJOINT ANALYSIS UNTUK MENGETAHUI PREFERENSI KONSUMEN DENGAN MEMPERHITUNGKAN WILLINGNESS TO PAY

Desrina Yusi Irawati, Moses Laksono Singgih, dan Bambang Syairuddin

ABSTRAK

QFD tradisional telah berhasil digunakan untuk beberapa dekade, tetapi masih ada sejumlahmasalah dalam kasus aplikasi nyata. Untuk melengkapi kekurangan dari QFD, diusulkan metodeconjoint analysis. Salah satu keunggulan conjoint analysis mampu mendapatkan kombinasi desain yang optimal untuk produk atau jasa yang melekat pada preferensi konsumen. Kombinasi tersebut yang akan disebar ke konsumen untuk memperoleh data preferensi konsumen. Data preferensi konsumen di segmentasi serta diukur menggunakan cluster analysis dan conjoint analysis untuk kemudian digunakan sebagai input dalam menyusun House of Quality. Selanjutnya dilakukan proses perhitungan willingness to pay pada penambahan fitur produk amatan meja kantor. Dengan demikian perusahaan dapat memperkirakan harga atas pengembangan meja kantor.Secara keseluruhan hasil kombinasimeja kantor terbaik berdasarkan preferensi konsumen atas meja kantor adalah ukuran meja180x60x75 cm, berwarna putih, tanpa tumpuan kaki, penambahan 2 laci, dan penambahan fitur pendukung. Untuk mencapai itu secara keseluruhan respon teknis yang menjadi prioritasperusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen adalah penggunaan sistem knock down dan modernisasi.Berdasarkan hasil willingness to pay, perusahaan akan menambahkan harga sebesar Rp. 506.818,-untuk penambahan 1 laci, Rp. 883.181,-untuk penambahan 2 laci, Rp.126.136,- untuk penambahan tumpuan kaki dan Rp. 231.818,-.untuk penambahan fitur pendukung

Kata kunci: Quality Function Deployment(QFD),conjoint analysis, segmentasi, danwillingness to pay


Download

Scroll to Top